Perbedaan Mendasar Antara Ilmu Pelet dengan Ilmu Pengasihan

Perbedaan Mendasar Antara Ilmu Pelet dengan Ilmu Pengasihan! Kita tentu sudah sering mendengar perihal keberadaan ilmu pengasihan. Sebuah ilmu yang seringkali dijadikan media untuk memikat hati dari orang lain. Baik itu sebagai kekasih hati atau hanya untuk menambah simpati. Nah, berbicara mengenai ilmu pengasihan, seringkali ilmu ini disandingkan dengan yang namanya ilmu pelet.

 

Lalu, apakah sebenarnya ada perbedaan antara ilmu pengasihan dengan ilmu pelet? Ataukah sama dan hanya berbeda pada istilah penyebutannya saja? Kali ini kita akan membahasnya. Sebelum beranjak lebih jauh, sebaiknya kita tahu dulu esensi dari kedua ilmu ini. Ilmu pengasihan dan ilmu pelet memiliki persamaan dalam hal fungsinya. Yaitu ilmu yang digunakan untuk mempengaruhi kesadaran seseorang agar tumbuh perasaan senang kepada kita sebagai pemilik ilmu tersebut.

 

Walaupun banyak orang mengira bahwa ilmu pengasihan dan ilmu pelet ini sama, pada kenyataannya terdapat perbedaan mendasar dari kedua ilmu ini. Memang dalam segi fungsi terlihat sama, akan tetapi jika dilihat lebih dalam, khususnya dalam hal karakteristik, maka kalian akan menemukan perbedaannya. Misalnya saja dalam hal kecepatan rasa. Ilmu pelet lebih cepat sampai kepada seseorang yang dituju dibandingkan dengan ilmu pengasihan. Cukup membutuhkan waktu kurang dari satu hari sejak mantra dibacakan, orang yang dituju langsung akan jatuh cinta. Sayangnya pengaruh ini tidak berlangsung lama (kurang dari empat puluh hari).

 

Ini artinya, dalam jangka waktu empat puluh hari, orang yang terkena pelet akan kehilangan rasa cinta yang sebelumnya dirasakan. Agar perasaan tersebut bertahan, diperlukan ritual rutin. Hal ini sangat berbeda dengan ilmu pengasihan yang cenderung bekerja secara pelan. Dampaknya baru bisa dirasakan antara tujuh sampai empat puluh hari sejak pertama laku tirakat dilaksanakan. Akan tetapi jangka waktu yang dimiliki oleh ilmu pengasihan ini tentu saja sangat lama. Bahkan bisa seumur hidup alias tidak berjangka waktu.

 

Nah, supaya kalian lebih jelas, berikut adalah perbedaan mendasar yang dimiliki oleh ilmu pelet dengan ilmu pengasihan:

 

Ilmu Pelet

  • Reaksi yang ditimbulkan termasuk cepat, yaitu kurang dari dua puluh empat jam sejak pertama kali mantra pelet dibacakan. Bahkan seseorang yang terkena ilmu pelet cenderung tidak bisa berpikir rasional.
  • Berbanding terbalik dengan reaksinya, daya tahan dari ilmu pelet ini maksimal hanya sampai empat puluh hari saja. Setelah itu tidak akan ada lagi reaksi dari orang yang dituju terhadap pengirim pelet.
  • Hanya bisa dipakai untuk satu orang dalam satu waktu
  • Syarat yang ditempuh lumayan berat.
  • Selalu berhubungan dengan jin atau khodam.

 

Ilmu Pengasihan

  • Reaksi yang ditimbulkan cenderung lebih lambat, yakni antara tujuh sampai empat puluh hari sejak laku tirakat pertama dilakukan. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan lebih besar. Bahkan tidak berjangka waktu alias bisa menimbulkan rasa kasih sayang selamanya.
  • Hanya akan mempan apabila digunakan untuk tujuan baik, seperti pernikahan, memperbaiki hubungan rumah tangga, dan lain-lain.
  • Bisa digunakan untuk mempengaruhi beberapa orang dalam satu waktu bersamaan.
  • Laku tirakat yang lebih ringan.
  • Tidak berhubungan dengan jin atau khodam melainkan kalam Illahi.

 

Kemudian, ada satu lagi, yakni ilmu pelet hanya bisa ditujukan kepada seseorang yang hatinya kosong serta ibadahnya lemah. Jika ibadahnya kuat, maka ilmu pelet tidak akan bisa menyentuhnya. Hal ini berbanding terbalik dengan ilmu pengasihan, meski orang yang dituju kuat spiritual atau agamanya, ia tetap bisa terkena reaksi dari ilmu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *